Sabtu, 27 Juni 2009

COMPOSING A BOOK ABOUT INDONESIAN KINGDOMS AND PRINCELY STATES AFTER COLAPSING MAJAPAHIT EMPIRE

COMPOSING A BOOK ABOUT INDONESIAN KINGDOMS AND PRINCELY STATES AFTER COLAPSING MAJAPAHIT EMPIRE

Dear readers,
I already write a book about the history of Indonesian Kingdoms and Princely States after colapsing the Majapahit Empire. According to historical record, after Majapahit Empire colapsed, there were 250 - 300 kingdoms/ sultanates/ swapraja (zelfbestuur landschappen); such as: Aceh, Asahan, Deli, Serdang, Bedagai, Kualuh, Panai, Matan, Sambas, Landak, Seberuwang, Suhaid, Kotawaringin, Banjar, Ternate, Tidore, Bacan, Bima, Sanggar, Papekat, Dompu, Sumbawa, Kupang, Amanatun, etc.

Since this time, I already collect historical record of 80 kingdoms in Indonesia. If you have any literatures, books, or historical records about Indonesian kingdoms and princely states, please don't be hesitate to contact me. I will pay the cost of any literatures and books you send me.

This book is written to preserve Indonesian historical and culture heritage. Since, if we don;t collect them in a book, the next two or three generations may forget them. So, I hope that this book will be a precious heritage for the next generations.

My email: ivan_taniputera @ yahoo.com

Best regards,

Ivan Taniputera

Bagaimana Astrologi Dapat Meningkatkan Hidup Anda

Ivan Taniputera,
12 Agustus 2008, Semarang. 23:41.

Astrologi adalah salah ilmu pengetahuan dan sekaligus seni yang
tertua di dunia. Ilmu mempelajari mengenai keterkaitan antara posisi
benda langit pada saat seseorang dilahirkan atau saat-saat tertentu
dengan kepribadian atau nasib seseorang. Astrologi telah dikenal
semenjak zaman Mesir dan Babilonia kuno. Dengan kata lain, ilmu ini
telah bertahan selama kurang lebih 6.000 tahun. Banyak orang yang
bersikap skeptis terhadap astrologi dan tidak jarang pula yang
menganggapnya sebagai tahayul. Saya pun pada mulanya termasuk
pada kaum yang skeptis ini. Meskipun demikian, setelah saya
menyelami dan menguji sendiri ilmu yang unik ini, ternyata
keakuratannya sungguh mencengangkan. Banyak kepribadian-
kepribadian kita yang dapat diungkapkan oleh astrologi dengan akurasi
yang luar biasa.
Sebenarnya bila kita mau dan bersedia berpikir dengan jernih serta
rasional, kita pasti akan bertanya-tanya, "Jika benar astrologi adalah
tahayul dan tidak bermanfaat, mengapa ilmu tersebut dapat bertahan
selama 6.000 tahun?" Sesuatu yang tidak berguna, salah, atau tak
bermanfaat pasti telah dibuang dan ditinggalkan oleh umat manusia
semenjak lama. Ternyata astrologi telah dapat melalui batu ujian yang
terberat, yakni WAKTU.
Sebagaimana halnya ilmu pengetahuan lainnya, astrologi juga didasari
oleh observasi; yakni melalui pengamatan yang panjang. Hasilnya
kemudian dibukukan dan mengalami berbagai evolusi selama ratusan
bahkan ribuan tahun, hingga akhirnya menjadi ilmu astrologi yang kita
kenal sekarang.
Astrologi bermanfaat pula untuk mengetahui atau mengenali
kepribadian kita. Dengan bantuan astrologi, kita akan sanggup
mengenali kelebihan dan kekurangan kita, serta memaksimalkan
potensi diri kita. Oleh karena itu, beberapa ahli psikologi seperti Carl
Gustav Jung membuat terlebih dahulu bagan kelahiran kliennya, agar
dapat memberikan diagnosa yang lebih akurat. Itulah sebabnya
astrologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan
kita.
Dewasa ini, terdapat beberapa cabang atau aliran astrologi, seperti
astrologi Barat, astrologi Hindu (Vedic Astrology), dan astrologi
Tiongkok. Astrologi Tiongkok sendiri terbagi menjadi beberapa bagian,
seperti Bazi (8 Karakter), Ziweidoushu (Astrologi Bintang Ungu),
Tieshuanban (Astrologi Papan Besi), dan lain sebagainya.
Spesialisasi penulis adalah Astrologi Barat, Bazi, dan Ziweidoushu.
Ketiganya saling melengkapi dan memiliki benang merah atau
keterkaitan yang erat.
Demikianlah perkenalan singkat kita dengan astrologi.

Penggunaan Metafisika Sebagai Peringatan Dini

PENGGUNAAN METAFISIKA SEBAGAI PERINGATAN DINI

Ivan Taniputera
26 Maret 2008


 Tulisan ini diilhami dari sebuah buku yang berjudul Profit by Electional Astrology (disingkat PEA) karya Doris Chase Doane dan Ziwei Astrology Unveils Your Predestined Affinity (disingkat ZAU) karya Low Yew Fatt. Kedua buku itu sangat menarik. Buku PEA berisikan contoh-contoh beberapa peristiwa dunia yang terkenal beserta konfigurasi perbintangan saat peristiwa itu terjadi. Buku ZAU juga berisikan hal yang serupa, tetapi lebih menekankan pada analisa diagram Ziweidoushu bagi pribadi. Beberapa peristiwa dan tragedi yang diulas dalam buku PEA antara lain: tabrakan pesawat Pam Am 747 dengan KLM yang terjadi pada tanggal 25 Maret 1977, jatuhnya European Airlines pada tanggal 6 Februari 1965, pembukaan terowongan Lincoln, dan lain sebagainya. Sedangkan buku ZAU mengambil contoh tsunami yang terjadi di Indonesia. Tragedi dan kecelakaan yang terjadi di dunia ternyata dapat diprediksikan dengan bantuan astrologi.

Karena maskapai penerbangan Adam Air sedang menjadi hangat-hangatnya berita, penulis bermaksud menulis mengenai jatuhnya pesawat Adam Air pada tanggal 1 Januari 2007 pukul 12:59 WIB dari sudut pandang astrologis. Untuk keperluan tersebut penulis telah memplot peta langitnya (chart) pada tanggal tersebut dengan bantuan software. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:




Gambar di atas merupakan peta langit (chart) bagi tanggal 1 Januari 2007 pukul 12:59 dengan lokasi Surabaya (karena pesawat berangkat dari Surabaya). Kita melihat bahwa planet yang kuat Yupiter, Mars, dan Pluto menghuni rumah kedelapan, yang melambangkan kematian. Selain itu, jika diamati lebih teliti terbentuk konfigurasi T-Square dengan Mars sebagai focal planet yang berada di house kedelapan (rumah kematian). T-Square itu melibatkan oposisi antara Saturnus dan Neptunus serta trine dengan Mars yang melambangkan agitasi. Kondisi di atas jelas mengindikasikan sesuatu yang tidak baik dalam perjalanan. Sebagian besar kegagalan dalam penerbangan melibatkan aspek dengan Neptunus (PEA halaman 7). Neptunus juga mengalami square dengan Ascendant.

Bagaimana dengan diagram Ziweidoushunya? Setelah diplot pada tanggal dan jam yang sama, ternyata pada sektor jiwa (minggong) terdapat Lianzhen yang bertransformasi menjadi huaji. Adanya huaji ini merupakan pertanda tidak baik Bintang Lianzhen melambangkan darah, bila menjadi huaji akan mendatangkan penyakit atau kemalangan yang berkaitan dengan darah, seperti pembedahan atau kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pada sektor jiwa (minggong) juga terdapat Qinyang, yang merupakan salah satu bintang naas. Jadi menandakan akan adanya kecelakaan. Kajian yang lebih mendalam perlu pula dilakukan terhadap pilot pesawat yang bersangkutan. Karena penulis tidak mempunyai data jam, tanggal, dan tempat kelahiran bagi pilot pesawat yang bersangkutan, maka diagram Ziweidoushu dan astrologi Barat tidak dapat diplot.

Pada halaman 211 buku ZAU disebutkan mengenai analisa terjadinya tsunami di Indonesia pada tahun 2004:
Tsunami menghantam Indonesia pada tahun 2004, dimana batang langit tahunnya adalah Jia, yang akan memicu Lianzhen menjadi Lu (maksudnya Hualu - penulis), dimana ini terjadi pertentangan (clash) dengan batang langit bulan, yakni Bing, yang memicu Lianzhen untuk menjadi Ji (maksudnya Huaji - penulis).

Lianzhen sendiri mengindikasikan adanya bencana, apalagi bila sampai menjadi Huaji atau transformasi buruk.
Dengan mempertimbangkan contoh di atas, maka kita boleh menyimbulkan bahwa metafisika dapat dijadikan alat peringatan dini. Metafisika Barat dan Timur tidak boleh dipandang remeh atau sebagai sesuatu yang tahayulistis lagi. Astrologi adalah saintifik dan bukan tahayul. Oleh karenanya, sudah saatnya kita menggalakkan studi metafisika. Kita perlu mendorong agar universitas-universitas terkemuka di tanah air mengadakan studi metafisika, khususnya astrologi Barat dan Timur. Riset-riset dan kajian sehubungan dengan hal itu perlu digalakkan. Maskapai-maskapai penerbangan perlu memanfaatkan astrologi demi keselamatan penumpangnya, seperti yang dilakukan Skandinavian Airlines dan Braniff Airlines (PEA halaman 13).
Astrologi tidak bertentangan dengan agama apapun dan setiap orang terlepas dari suku, agama, ataupun rasnya dapat mempelajari atau memanfaatkan astrologi dalam kehidupannya. Inilah sifat demokratis dan non-diskriminatif yang terkandung dalam astrologi dan studi metafisika pada umumnya. Menghubungkan agama dengan astrologi adalah suatu wujud kebodohan dan kekeras-kepalaan yang bercokol dalam benak umat manusia. Ada orang yang mengharamkan astrologi atas nama agama. Namun ini adalah suatu bentuk kebodohan yang nyata. Jika seseorang mengharamkan astrologi atas nama dogmatika agama yang kaku, maka ia hendaknya mengharamkan pula ilmu fisika, kimia, biologi, matematika, dan lain sebagainya.
Astrologi secara umum dan metafika baik Barat maupun Timur secara khusus adalah salah satu anugerah terbesar bagi umat manusia. Dahulu saya merupakan orang yang skeptis terhadap astrologi dan segala bentuk ilmu metafisika; tetapi kini saya telah diyakinkan sebagai hasil studi dan penelitian mendalam yang telah saya lakukan akhir-akhir ini serta mendapati bahwa astrologi adalah sesuatu yang sangat ilmiah adanya. Meskipun kita belum menemukan atau memahami segenap prinsip ilmiah yang bekerja di balik astrologi, tetapi itu tidak menjadikan astrologi tidak ilmiah. Sebagai contoh adalah akupuntur atau tusuk jarum yang telah marak dipelajari oleh bangsa Barat semenjak lama. Meskipun prinsip ilmiah di balik akupuntur belum sepenuhnya terungkap, tetapi tidak berarti akupuntur tidak ilmiah. Akupuntur terbukti sanggup dan berhasil menyembuhkan berbagai penyakit. Kendati penyebab apel jatuh ke bumi belum diketahui hingga Sir Isaac Newton merumuskan hukum gaya gravitasi, kita tetap tidak dapat mengatakan bahwa jatuhnya apel ke bumi adalah suatu peristiwa yang tidak "ilmiah."
Studi dan kajian terhadap metafisika perlu digalakkan dan kita tidak perlu malu untuk memanfaatkan metafisika dalam kehidupan sehari. Ilmu metafisika terbukti dapat menyelamatkan banyak jiwa jika diaplikasikan secara tepat. Dengan demikian, tulisan ini dimaksudkan untuk mendorong studi dan kajian terhadap metafisika demi kemaslahatan umat manusia. Perlu dibentuk suatu badan riset dan kajian terhadap metafisika yang dilandasi oleh prinsip-prinsip ilmiah.

DAFTAR PUSTAKA

Bobrick, Benson. The Fated Sky: Astrology in History, Simon & Schuster, 2005.

Doane, Doris Chase. Profit by Electional Astrology, American Federation of Astrologers, Inc., Arizona, USA, 1990.

Yew Fatt, Loh. Ziwei Astrology Unveils Your Predestined Affinity, MultiHigh Private Limited, 2007.

Rabu, 24 Juni 2009

La Madarémméng, Abraham Lincoln dari Indonesia

Ivan Taniputera (25 Juni 2009)

Abraham Lincoln yang merupakan presiden Amerika Serikat ke-16 merupakan tokoh yang dikagumi karena pernah membebaskan para budak belian dari perhambaan yang telah berlangsung selama berabad-abad. Namun, apakah kita menyadari bahwa di Indonesia juga terdapat tokoh pembebas budak yang terlupakan?
Apakah kita pernah mendengar mengenai seorang tokoh bernama La Madarémméng? Siapakah Beliau? Ia tak lain dan tak bukan adalah Raja Bone ke-13 (1626 – 1644). La Madarémméng menetapkan aturan baru mengenai perbudakan, yang menyatakan bahwa orang yang bukan keturunan budak tidak boleh dijadikan budak. Dengan kata lain, mereka harus dibebaskan dan menerima gaji bila bekerja pada orang lain. Kaum pembesar dan bangsawan yang memiliki banyak budak tentu merasa dirugikan karena adanya peraturan baru ini; sehingga banyak di antara mereka yang menentang kebijaksanaan baru tersebut, termasuk ibu raja yang bernama We Tenrisoloreng Datu Pattiro (Makkalarue). Ibu raja memprotes kebijaksanaan itu dengan mengatakan bahwa ia tidak tidak mampu hidup tanpa budak beliannya. Tetapi raja tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Itulah sebabnya, ibunya lantas melarikan diri ke Gowa pada tahun 1640 dan meminta suaka pada Sultan Muhammad Said. Hal ini merupakan penyebab pecahnya peperangan antara Gowa dan Bone di tahun 1644. Pasukan gabungan Gowa beserta kerajaan lain menyerang Bone dan menaklukkannya. Gowa menguasai Bone selama 17 tahun dan Raja La Madarémméng ditawan oleh musuh-musuhnya.
Berdasarkan kisah sejarah di atas, memang benar bahwa La Madarémméng tidak membebaskan seluruh budak belian. Namun kebijaksanaannya itu merupaka sesuatu yang sangat progresif pada zamannya.

Astrologi Tiongkok pada Zaman Dahulu

Bangsa Tiongkok telah memanfaatkan ilmu prediksi semenjak zaman dahulu. Semasa dinasti Xia dan Shang, prediksi dilakukan dengan menelaah bentuk retakan tulang-tulang hewan yang dibakar. Tentu sajamenafsirkan bentuk-bentuk retakan itu guna menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu sungguh sulit. Itulah sebabnya, semasa dinasti Zhou dikembangkan suatu bentuk ilmu prediksi yang kini kita kenal dengan nama Yijing. Metoda prediksinya lebih mudah karena menggunakansuatu sistematika tertentu.Kitab Cunqiu memperlihatkan bahwa bangsa Tiongkok semenjak zaman dinasti Zhou telah mengenal pula suatu bentuk astrologi yang didasari oleh gerakan planet dan lima unsur. Mereka mengamati letak planet pada 28 rasi bintang kedudukan bulan (Inggris: lunar mansion, Mandari:xiu). Selanjutnya mereka mengasosiasikan masing-masing xiu, planet,dan unsur dengan berbagai negara bagian yang menbentuk dinasti Zhou,seperti Lu, Qi, Han, Wei, Chu, dan lain sebagainya. Setelah itu,dilakukan prediksi mengenai jatuh bangunnya suatu negara atauprenguasa. Astrologi yang mereka kembangkan ini merupakan sesuatu yang menarik, karena kita boleh mengajukan berbagai pertanyaan. Apakah sistim astrologi yang mereka kembangkan tersebut hanya berlaku bagi Tiongkok saat itu saja? Mengingat bahwa di masa sekarang sudah tidakada lagi negara bagian. Apakah masing-masing xiu, planet, dan unsur itu boleh diasosiasikan dengan propinsi-propinsi masa kini yangdulunya merupakan letak berbagai negara bagian tersebut? Bagaimana dengan propinsi-propinsi yang baru, seperti Xinjiang, Tibet, Mongolia Dalam, Heilongjiang, Ningxia, Yunnan, dll? Semuanya ini merupakan kajian yang menarikTerlepas dari semua itu, kita dapat menyimpulkan bahwa astrologi yangmereka kembangkan termasuk mundane astrology atau astrologi yangdipergunakan memprediksi nasib suatu negara. Pada zaman itu, belum adaperhitunban astrologi pribadi seperti saat ini.Sayangnya, ilmu astrologi juga hanya berkembang di kalangan istana.Ahli astrologi yang berani membocorkannnya diancam hukuman mati.Itulah sebabnya dikembangkan suatu bentuk astrologi yang yang tidakberkaitan secara langsung dengan gerakan benda langit (astrologi yanglangsung didasari gerakan benda langit disebut “tianwen” - tian =langit; wen = bahasa), seperti Bazi.Ilmu astrologi di Tiongkok juga mendorong perkembangan ilmu astronomi,karena kaisar-kaisar banyak memerintahkan pembangunan observatorium(pusat pengamatan bintang) dan penciptaan peralatan astronomi canggih (seperti yang diciptakan oleh Yixing beserta ilmuwan2 lainnya) guna menghitung posisi benda langit secara lebih akurat. Para astronomTiongkok pada akhirnya dapat memprediksi peristiwa gerhana mataharisecara cukup akurat.
Semasa dinasti Tang mulai dikenal apa yang disebut ilmu astrologi Ziweidoushu. Ini merupakan cabang astrologi yang menarik karena didasari oleh bintang kutub (Ziwei mengenal dua kelompok bintang utaradan selatan. Tujuh bintang utara merupakan bagian rasi bintang Ursa Mayor, sedangkan tujuh bintang selatan merupakan bagian rasi bintang Sagitarius). Menariknya 12 rumah dalam bagan Ziwei sangat mirip dengan12 rumah dalam astrologi Barat. Ilmu prediksi ini merupakan sesuatu yang sangat menarik danmembutuhkan kajian lebih lanjut. Sudah menjadi tugas untukmelestarikannya dan juga sekaligus membebaskannya dari tahayul dan pandangan salah.

Ivan Taniputera 1 Maret 2009

Pengenalan Terhadap Astrologi

Pengantar
Banyak orang yang salah menafsirkan dan menyangka bahwa analisa astrologi, bazi, dan Ziweidoushu adalah ramalan. Tentu saja mereka akan kecewa karenanya. Analisa Bazi, Ziweidoushu, dan Astrologi Barat sebenarnya bukanlah ramalan, melainkan semata-mata wahana untuk menunjukkan tren kehidupan kita (metoda prediksi), sehingga dapat dijadikan peringatan dini (warning), manakala energi-energi yang mewarnai kehidupan kita cenderung bergerak ke arah negatif. Kendati demikian, kehidupan manusia bukanlah ditentukan oleh Bazi, Ziweidoushu, dan Astrologi Barat, sehingga selalu terdapat peluang untuk merubah apa yang buruk menjadi kebaikan. Nasib kita berada di tangan kita sendiri, sebagaimana yang dinyatakan dalam kitab Dhammapada I.2:
Pikiran adalah pelopor segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, segala sesuatu dibentuk oleh pikiran. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikuti dirinya, bagai bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.
Dengan demikian, menurut Buddha asalkan kita senantiasa mengembangkan kebajikan, maka kebahagiaan juga tak akan pernah menjauh dari diri kita. Kita tidak perlu cemas apabila hasil analisa memperlihatkan kecenderungan buruk. Kita adalah penguasa atas nasib atau menjadi pulau perlindungan bagi diri kita sendiri.
Mengenai glyph
Beberapa glyph atau lambang bagi planet, zodiak, beserta aspeknya mungkin tidak dapat ditampilkan dalam komputer Anda, karena barangkali komputer Anda tidak mempunyai font khusus bagi astrologi.Glyph yang sering dipergunakan dalam astrologi adalah: a. Planet (matahari),  (bulan),  (Merkurius),  (Venus),  (Mars),  (Yupiter),  (Saturnus),  (Neptunus),  (Pluto).b. Zodiak (Aries),  (Taurus),  (Gemini),  (Cancer),  (Leo),  (Virgo),  (Libra)  (Scorpio),  (Sagitarius)  (Capricorn),  (Aquarius), dan  (Pisces).c. Aspek (menyatakan kedudukan relatif dua planet satu sama lain) (Conjuction, membentuk sudut 0°),  (Opposition, membentuk sudut 180°),  (Trine, membentuk sudut 120°),  (Square, membentuk sudut 90°),  (Sextile, membentuk sudut 60°).d.Simbol-simbol lain (Lillith, nama salah satu asteroid),  (Nodal utara),  (Nodal Selatan),  (Fortuna).
Akurasi
Astrologi Barat sebagaimana kembarannya di Timur yang bernama Bazi dan Ziweidoushu didasari atas metoda statistika, sehingga sesungguhnya merupakan sesuatu yang ilmiah. Statistika juga menjadi landasan bagi beberapa cabang ilmu pengetahuan lainnya. Secara ringkas, sejarah astrologi, bazi, dan ziweidoushu diawali oleh pengumpulan data kelahiran banyak orang dan selanjutnya ditarik suatu generalisasi berdasarkan data tersebut dan hubungannya dengan konfigurasi benda langit saat orang itu dilahirkan. Mengingat bahwa setiap individu adalah sesuatu yang unik, maka selain sifat-sifat yang berlaku general atau umum tentu terdapat pula karakteristik unik yang hanya dimiliki individu tersebut. Dengan demikian, mustahil ada hasil analisa yang 100 % akurat. Berdasarkan pengalaman, jika jam kelahiran tepat, maka akurasi yang dapat dicapai adalah 80 - 90 %. Akurasi 75 % juga dapat dikatakan baik, karena bila tanpa mengenal seseorang dengan baik, tetapi kita sudah dapat menebak 75 % kepribadiannya, maka hal itu sudah dapat dikatakan luar biasa. Sisanya adalah karakteristik unik masing-masing individu, yang sulit diprediksi dengan metoda apapun.
Apakah Astrologi itu sesuatu yang berkaitan dengan dunia mistik?
Tidak sama sekali! Astrologi adalah sesuatu yang ilmiah dan dapat dikatakan sebagai bagian sains. Mengapa demikian? Sebagaimana halnya cabang-cabang sains yang lainnya, astrologi juga didasari atas prinsip observasi (prinsip utama metoda ilmiah), yang selanjutnya diikuti oleh pengumpulan data. Barulah kemudian ditarik suatu hipotesa. Hasil pengamatan dan penarikan hipotesa ini lalu dihimpun selama berabad-abad, sehingga menjadi ilmu astrologi seperti sekarang ini. Dengan demikian, astrologi tidak ada hubungannya dengan dunia klenik atau mistik. Anda tidak perlu melatih apa yang disebut orang dengan indra keenam atau kekuatan gaib untuk mempelajari astrologi. Malahan, pengetahuan mengenai dasar-dasar astronomi justru sangat membantu seseorang dalam mempelajari astrologi.
Apakah astrologi bertentangan dengan agama?
Bila kita menganut wawasan yang luas, maka astrologi tidak bertentangan dengan agama apapun. Bahkan astrologi tidak ada kaitannya dengan agama! Setiap orang, terlepas dari apapun agama atau keyakinannya, dapat memetik manfaat dari astrologi. Bila astrologi dikatakan bertentangan dengan agama, maka fisika, biologi, kimia, geologi dan lain sebagainya juga harus dianggap bertentangan dengan agama. Astrologi adalah salah satu wahana untuk memahami interaksi antara alam dengan kehidupan manusia.
BACAAN YANG DISARANKAN:
Bobrick, Benson. The Fated Sky: Astrology in History, Simon & Schuster, New York, 2005.Omarr, Sydney. My World of Astrology, Wilshire Book Company, California, 1965.

Sekelumit Sejarah Pendidikan di Indonesia yang Terlupakan

Ivan Taniputera (9 Juni 2009)
Kita kerap menarik sejarah pendidikan nasional Indonesia dari Ki Hajar Dewantoro (Soewardi Soerjaningrat). Tentu tokoh yang terkenal sebagai Bapak Pendidikan itu tak asing lagi di telinga kita. Namun, pada kenyataannya sebelum atau kurang lebih bersamaan dengan Beliau ada beberapa raja di Kepulauan Nusantara ini yang telah peduli dengan pendidikan.

Salah satunya adalah Panembahan Ade Mohammad Jum dari Kerajaan Sintang, Kalimantan. Pada tahun 1917, ia mengusulkan pendirian sekolah HIS yang terdiri dari tujuh kelas pada pemerintah Belanda. Usul yang dirasa baik ini dikabulkan oleh Belanda dan W.B. Pabst diangkat sebagai kepala sekolahnya yang pertama.
Panembahan Mohammad Jum selaku raja Sintang sangat keras dalam menerapkan aturan mengenai pendidikan ini. Ia mengharuskan seluruh rakyat bersekolah. Barang siapa yang tidak mematuhi perintah ini akan dihukum. Rakyat yang tinggalnya jauh di pedalaman, seperti di Serawai, diajak bersekolah dan berdiam di rumah raja. Bagi mereka yang cerdas, tapi tak mampu membayar uang sekolah dan tak sanggup membeli pakaian, sedapat mungkin raja akan membantunya.

Raja berikutnya masih dari bumi Kalimantan, atau tepatnya Kerajaan Kutai Kartanegara. Sultan Aji Muhammad Sulaiman (1850 - 1899) menjadikan kerajaannya kaya karena penambangan minyak dan batu bara. Ia juga membangun sekolah-sekolah dengan biayanya sendiri.

Kisah sejarah kedua raja itu mungkin sudah banyak dilupakan. Tetapi bila bicara masalah sejarah pendidikan di Indonesia, rasanya kurang tepat kalau kita melupakan mereka. Pada zaman sekarang, “pendidikan” dapat diperoleh dengan “mudah” walau harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun pada zaman raja-raja tersebut, pendidikan dapat dikatakan sebagai barang langka yang tak dipedulikan orang.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA.

Lontaan, J.U. Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat, Pemda Tingkat I Kalbar, 1975.

Locher-Scholten, Elsbeth. Kesultanan Sumatra dan Negara Kolonial: Hubungan Jambi-Batavia (1830-1907) dan Bangkitnya Imperialisme Belanda, Banana, Jakarta, 2008

Penulisan Sejarah Kerajaan-kerajaan Nusantara Pasca Keruntuhan Majapahit

PENULISAN SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN NUSANTARA PASCA KERUNTUHAN MAJAPAHIT

Saya sedang menulis buku tentang sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara pasca keruntuhan Majapahit. Seperti yang kita ketahui setelah Imperium Majapahit runtuh di negeri kita pernah berdiri sekitar 250 - 300 kerajaan/ kesultanan/ swapraja; seperti Aceh, Asahan, Deli, Serdang, Bedagai, Kualuh, Panai, Matan, Sambas, Landak, Seberuwang, Suhaid, Kotawaringin, Banjar, Ternate, Tidore, Bacan, Bima, Sanggar, Papekat, Dompu, Sumbawa, Kupang, Amanatun, dan masih banyak lagi.
Sampai sejauh ini saya baru berhasil mengumpulkan data sejarah sebanyak 80 kerajaan di Nusantara. Oleh karena itu, bila ada rekan-rekan yang mempunyai literatur atau data sejarah mengenai kerajaan-kerajaan di Nusantara, sudilah kiranya menghubungi saya. Seluruh biayanya pasti akan saya ganti.
Penulisan buku ini dimaksudkan sebagai pelestarian warisan sejarah dan budaya; mengingat bila tidak dibukukan, kemungkinan besar dua atau tiga generasi lagi akan melupakannya. Dengan demikian, saya mengharapkan buku ini akan menjadi warisan yang berharga bagi generasi-generasi selanjutnya.

Blognya Penggemar Sejarah, Sains, Astrologi, Metafisika

Selamat datang!

Ini merupakan blog bagi para penggemar Sejarah, Sains, Astrologi, dan Metafisika. Marilah kita saling bertukar informasi, pengalaman, dan literatur di sini.

Ivan Taniputera