Selasa, 10 September 2013

BUKU TEKNIK ZADUL BERBAHASA JERMAN MASA PERANG DUNIA II

BUKU TEKNIK ZADUL BERBAHASA JERMAN MASA PERANG DUNIA II

Ivan Taniputera.
11 September 2013


Saya mendapatkan buku ini sewaktu kuliah di Jerman. Pada perpustakaan universitas di tempat saya menuntut ilmu sering ada pembaharuan koleksi buku. Jadi buku-buku lama akan dibuang dan digantikan oleh yang baru. Biasanya buku-buku yang sudah dibuang (ausgeschieden) dari perpustakaan universitas akan ditaruh pada suatu meja khusus dan boleh diambil oleh siapa saja yang menghendakinya secara cuma-cuma.

Karena saya mengambil jurusan teknik mesin konstruksi, dan topik sistim mekanisme (Getriebelehre) merupakan kegemaran saya, maka saya mengambil buku ini yang berasal dari masa Perang Dunia II (1939) ini. Di dalam buku berjudul "Praktische Getriebelehre" (Sistim Mekanisme Praktis) ini terdapat contoh cara kerja mesin pelipat surat kabar, penghancur daging, sistim transportasi di pabrik, dan lain sebagainya. Ini membuktikan kedigdayaan teknologi Jerman, yang telah berlangsung semenjak abad ke-19.

Sepulangnya ke tanah air, buku tersebut tersimpan di lemari buku saya selama 16 tahun (saya pulang ke tanah air tahun 1997). Beberapa waktu yang lalu, saya ingin membaca-baca kembali buku teknik saya dan menemukan buku ini. Ternyata di halaman sampulnya terdapat cap simbol N*zi, yakni partai berkuasa di Jerman saat itu. Dengan demikian, ini merupakan buku yang langka.
Sampai di sini, saya hendak menyampaikan rasa kagum saya pada orang Jerman.

Meskipun buku itu boleh diambil secara cuma-cuma, namun jika tidak membutuhkannya mereka tidak akan mengambil buku tersebut. Saya bertanya-tanya dalam hati saya, jika yang demikian itu terjadi di sini, maka apakah buku-buku gratis tersebut akan langsung habis? Bukan karena yang mengambilnya benar-benar memerlukan, tetapi untuk dijual lagi. Dalam hal ini, bukan aktifitas jual belinya yang tidak bermoral, namun yang saya pertanyakan adalah menjual sesuatu yang Anda dapat dengan cuma-cuma itu apakah etis? Saya mengambilkan beberapa buku tua untuk kawan saya yang juga kuliah mesin dan memberikannya secara cuma-cuma. Saya tidak memungut bayaran sepeserpun, murni hanya karena ingin berbagi.

Semoga kita dapat meneladani budaya Barat yang positif demi kemajuan bangsa dan negara kita. Mereka sangat menghargai buku. Satu hal lagi yang membuat saya kagum dengan orang Jerman adalah saat liburan musim panas atau pun dingin, maka perpustakaan sangat penuh. Perpustakaan di Jerman sangat besar dan seingat saya lebih dari lima lantai. Bangunannya sangat bersih, rapi, dan nyaman. Inilah yang sekali lagi perlu kita teladani dari bangsa Barat. Mereka sangat mencintai ilmu pengetahuan. Semoga bermanfaat.