Kamis, 19 Desember 2013

RATU KOREA DAPAT MENGALAHKAN MUSUH MELALUI KETAJAMAN ANALISANYA

RATU KOREA DAPAT MENGALAHKAN MUSUH MELALUI KETAJAMAN ANALISANYA

Ivan Taniputera
19 Desember 2013



Ini merupakan pelajaran yang berharga bagi para penekun metafisika, yakni betapa pentingnya kemampuan dalam menganalisa sesuatu.

Semasa pemerintahan Ratu Sondok  dari Kerajaan Silla di pertengahan musim dingin terdapat banyak katak yang muncul dan mengeluarkan suara riuh rendah di Danau Ongmunchi, Kuil Yongmyosa. Ini adalah suatu fenomena yang tidak umum, sehingga orang yang menyaksikannya lalu melaporkannya pada sang ratu. Ratu Sondok segera memerintahkan dua orang jenderalnya yang masing-masing bernama Al-chon dan Pil-tan memimpin dua ribu orang pasukan menuju ke Lembah Yeogeungok. Secara harafiah lembah ini berarti Lembah Batu Pualam, namun sebenarnya merupakan sebutan halus bagi "organ kewanitaan." Ternyata di sana bersembunyi lima ratus pasukan Paekche yang hendak menyerang Silla. Serangan itu begitu mengejutkan pasukan Paekche karena tak menduga bahwa Silla akan menemukan tempat persembunyian mereka, sehingga seluruh pasukan Pakeche berhasil dimusnahkan. Pasukan Paekche lainnya yang bersembunyi di bebatuan Namsanryong juga berhasil dimusnahkan. Dengan demikian Kerajaan Silla berhasil terselamatkan.

Orang-orang merasa kagum dengan kemampuan meramal Ratu Sondok. Ia kemudian menjelaskan analisanya. Katak-katak yang mengeluarkan suara riuh rendah itu melambangkan adanya prajurit yang hendak menyerang. Nama "Ongmun" pada Danau Ongmunchi berarti "organ kewanitaan." Wanita melambangkan yin. Danau itu menjadi beku karena salju dan berwarna putih. Dengan demikian terjadi transformasi warna putih yang melambangkan logam. Logam melambangkan arah barat. Dengan demikian, sang ratu menyimpulkan terdapat pasukan musuh di sebelah barat pada kawasan yang nama atau topografinya dapat dikaitkan dengan "organ kewanitaan." Tempat itu tak lain dan tak bukan adalah Lembah Yeogeungok. Karena "organ pria" menyusut dalam "organ kewanitaan" maka dapat ditafsirkan bahwa pasukan musuh akan dapat dikalahkan dengan mudah.

Dengan demikian, menggunakan kemampuan analisanya yang luar biasa, ratu Korea tersebut dapat mengantisipasi kedatangan musuh dengan tepat. Begitu pula orang yang mempelajari berbagai metoda metafisika, harus memiliki kemampuan analisa yang jitu. Hal ini dapat diwujudkan melalui latihan. Tidak cukup kita hanya membaca dan menghafalkan teori saja.

Artikel-artikel menarik lainnya silakan bergabung dengan https://www.facebook.com/groups/339499392807581/requests/