Selasa, 27 Januari 2015

BUKU NOVEL MELAYU TIONGHOA MENGENAI SEORANG IBU YANG TERLALU MEMENTINGKAN UANG

BUKU NOVEL MELAYU TIONGHOA MENGENAI SEORANG IBU YANG TERLALU MEMENTINGKAN UANG
.
Ivan Taniputera
26 Januari 2015
.



Judul: Pengaroehnja Oeang Atawa Iboe Jang Terkoetoek: Satoe Tjerita Jang Bener Telah Kedjadian di Batavia.
Penulis: Korban
Penerbit: Boek en Handelsdrukkerij Ang Sioe Tjing, Soerabaia, 1922
Jumlah halaman: 134

Buku ini mengisahkan seorang gadis Tionghoa dan ibunya yang hidup miskin. Karena ibunya yang terlalu mementingkan uang, maka pernikahan puterinya selalu gagal. Kisah ini dibuka sebagai berikut:

"Tjerita diloearan

Sedeng boeroeng-boeroeng tinggalken sarang, di itoe waktoe kampoeng Kaliwasa Tangkit ada bererot orang-orang Boemipoetra dengen pikoelan krandjang maoe pergi ke Pasar Pagi.
Ini orang-orang ada toekang roedjak, toekang soto dan laen-lane pertoekangan jang belandja ke pasar boeat dagangannja. Marika berdjalan sembari tiada oetjapken sepata-kata, seperti djoega membantoe kasepian pagi. Sala satoe diantaranja dengen soeara berbisik pada temennja telah oendjoek ke satoe roemah goebok jang ada toemboe poehoen boea nona.
"Siman apa kau taoe, siapa jang tinggal di itoe roemah?" menanja itoe orang Boemipoetra pada temennja jang ternjata bernama Siman. "Orang jang tinggal disitoe tjoema berdoea'an sadja, jaitoe satoe njonja Tionghoa soedah setengah toea bersama anak prempoeannja jang baroe beroemoer lima belas taon. Itoe njonja orang sering seboet njonja Hoat, sedeng anaknja sering orang panggil nona Kang...."

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:






Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.