Minggu, 25 September 2016

RAMALAN ASTROLOGI HASIL PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DKI JAKARTA 2017

RAMALAN ASTROLOGI HASIL PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DKI JAKARTA 2017.
.
Ivan Taniputera.
25 September 2016
.
Para calon gubernur beserta calon wakil gubernur DKI Jakarta telah ditetapkan secara resmi dan begitu pula dengan jadwal pemilihan kepala daerah (pilkada). Oleh karenanya, kita telah dapat melalukan prediksi hasil pilkada tersebut dengan astrologi. Berikut ini adalah data tanggal kelahiran masing-masing calon.
.
PASANGAN 1:
Basuki Tjahaja Purnama: 29 Juni 1966 
Djarot Saiful Hidayat: 30 Oktober 1955.
.
PASANGAN 2:
Agus Harimurti Yudhoyono: 10 Agustus 1978 
Sylviana Murni: 11 Oktober 1958.
.
PASANGAN 3:
Anies Baswedan: 7 Mei 1969 
Sandiaga Uno: 28 Juni 1969
.
Berbekalkan data-data di atas, kita akan membuat tabel transit planet bagi masing-masing calon. Kita mulai dengan Basuki Tjahaja Purnama terlebih dahulu.
.







Hasilnya adalah:
  • Trine dan Sextile berjumlah 9
  • Square dan Opposition berjumlah 9.
.
Kini kita beralih pada Djarot Saiful Hidayat.
.







.
Hasilnya adalah:
  • Trine dan Sextile berjumlah 8
  • Square dan Opposition berjumlah 9.
.
Oleh karenanya angka kekuatan pasangan ini adalah 48,57 poin.
.
Kini kita beralih pada Agus Harimurti Yudhoyono.
.







Hasilnya adalah:
  • Trine dan Sextile berjumlah 4
  • Square dan Opposition berjumlah 14.
.
Kita beralih pada Sylviana Murni.
.







Hasilnya adalah:
  • Trine dan Sextile berjumlah 8
  • Square dan Opposition berjumlah 12.
.
Oleh karenanya kekuatan pasangan ini adalah 31,58 poin.
.
Kemudian kita akan menelaah Anies Baswedan.
.







.
Hasilnya adalah:
  • Sextile dan Trine berjumlah 7
  • Square dan Opposition berjumlah 8.
.
Selanjutnya kita beralih pada Sandiaga Uno.
.







.
Hasilnya adalah:
  • Sextile dan Trine berjumlah 6
  • Square dan Opposition berjumlah 8.
.
Dengan demikian kekuatan pasangan ini adalah 44, 83 poin.
.
Menilik hasil tersebut, kekuatan pasangan Basuki Tjahaja Purnaka-Djarot Saiful Hidayat dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno agak berimbang.
.
Langkah berikutnya, kita akan membandingkan poin-poin di atas, guna memprediksikan prosentase pemilihan suaranya. Berikut ini adalah perbandingan pasangan 1, 2, dan 3:
.
48,57 : 31,58 : 44,83.
.
Jika kita ubah menjadi prosentase hasilnya adalah sekitar:
.
38,86 % : 25, 27 % : 35,87 %.
.
Jadi pada putaran pertama, pasangan pertama akan unggul, diikuti oleh pasangan ketiga. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat akan menjadi pemenangnya. Namun karena perolehan suara tidak melebihi 50 persen, nampaknya diperlukan pemilihan kepala daerah putaran kedua, yang dijadwalkan berlangsung 19 April 2017. Tentu saja yang mengikutinya adalah pasangan pertama dan ketiga. Bagaimana hasil pilkada DKI Jakarta putaran kedua tersebut?
.
Kita akan menelaah transit planet Basuki Tjahaja Purnama terlebih dahulu pada tanggal tersebut.
.







Hasilnya adalah:
  • Trine dan Sextile berjumlah 7
  • Square dan Opposition berjumlah 7.
.
Kemudian tabel transit planet bagi Djarot Saiful Hidayat adalah:
.







.
Hasilnya adalah:
  • Sextile dan Trine berjumlah 12
  • Square dan Opposition berjumlah 10.
.
Kekuatan pasangan ini adalah 52,78 poin.
.
Sementara itu, tabel transit planet bagi Anies Baswedan adalah:
.







Hasilnya adalah:
Sextile dan Trine berjumlah 8
Square dan Opposition berjumlah 10.
.
Tabel transit planet bagi Sandiaga Uno adalah:
.







.
Hasilnya adalah:
Trine dan Sextile berjumlah 6.
Square dan Opposition berjumlah 11.
.
Jadi angka kekuatan pasangan ini adalah 40 poin.
.
Kini untuk memprediksikan prosentase perolehan suaranya, kita akan mengadu poin-poin di atas.
.
52,78 : 40.
.
Dalam prosentase adalah sebagai berikut:
.
56,89 % : 43,11 %.
.
Dengan demikian, prediksi astrologis pemenang bagi pilkada DKI Jakarta 2017 adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Berdasarkan analisa di atas, maka secara astrologi, penentu kemenangan adalah justru Djarot Saiful Hidayat. Barangsiapa yang sanggup menggandeng Djarot Saiful Hidayat sebagai wakilnya akan berpeluang menjadi gubernur DKI Jakarta berikutnya.
.
BAGAIMANA JIKA TANGGAL LAHIR DJAROT SAIFUL HIDAYAT ADALAH 6 JULI 1962?
.
Data-data di atas saya peroleh dari wikipedia. Namun ternyata ada yang menginformasikan bahwa tanggal kelahiran Djarot Saiful Hidayat adalah 6 Juli 1962. Saya tidak mengetahui mana yang benar dan salah. Oleh karenanya, demi kelengkapan analisa ini, saya juga akan mencoba menganalisa tanggal kelahiran 6 Juli 1962 tersebut.
.
Begitu ini tabel transit planet bagi tanggal kelahiran tersebut saat pilkada 15 Februari 2017.
.






Transit berupa Trine dan Sextile berjumlah 12
Transit berupa Square dan Opposition berjumlah 8.
.
Oleh karenanya, angka kekuatan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Saiful Djarot Hidayat menjadi 55,26 poin. Sementara itu, angka kekuatan pasangan lain tidak mengalami perubahan. Perbandingan angka kekuatan mereka menjadi:
.
55,26 : 31,58: 44,83.
.
Dalam prosentase menjadi:
.
41,97 %: 23,98 % : 34,05 %
.
Jadi dalam hal ini tetap saja diperlukan pemilihan kepala daerah putaran kedua.
.
Transit planet bagi Saiful Djarot Hidayat saat pemilihan kepala daerah putaran kedua adalah.
.




.
Transit berupa Sextile dan Trine berjumlah 8.
Transit berupa Square dan Opposition berjumlah 6.
.
Oleh karenanya, kekuatan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat adalah 53,57.
.
Perbandingan angka kekuatannya menjadi:
.
53,57:40.
.
Perbandingan prosentasenya menjadi:
.
57,25 % : 42,75 %.
.
Jadi menurut perhitungan tanggal kelahiran 6 Juli 1962 di atas, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat juga tetap unggul.
.
.
Namun semua ini hanyalah ramalan yang belum tentu terbukti kebenarannya. Terlepas dari semua itu, marilah kita berdoa agar Jakarta mendapatkan pemimpin terbaik. Siapa pun kelak pemimpin yang terpilih agar lebih mengedepankan dan membela kepentingan rakyat.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .
.







PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.