Kamis, 13 April 2017

OBROLAN SANTAI SAMBIL MINUM TEH: BAGAIMANA MERAMALKAN SESUATU DENGAN TEPAT?

OBROLAN SANTAI SAMBIL MINUM TEH: BAGAIMANA MERAMALKAN SESUATU DENGAN TEPAT?
.
Ivan Taniputera.
19 Maret 2017.
.
Ini adalah hasil obrolan santai sambil minum teh. Karena suasananya santai, artikel ini bukanlah sesuatu yang bersifat formal dan masih dapat didiskusikan lagi lebih lanjut. Berikut ini adalah pandangan saya mengenai bagaimana meramalkan sesuatu dengan tepat.
.
Pertama-tama, saya perlu membahas terlebih dahulu metoda-metoda meramalkan sesuatu. Menurut saya, ilmu peramalan di muka bumi ini dapat digolongkan menjadi dua bagian besar:
.
1) Ilmu perhitungan nasib, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut “fortune telling.” Dalam hal ini terdapat suatu metoda perhitungan didasari oleh serangkaian aturan baku atau semi baku. Contohnya di dunia Barat kita mengenal Astrologi; sedangkan di dunia Timur ada banyak ragamnya, seperti Bazi (Astrologi Delapan Karakter), Ziweidoushu (Astrologi Bintang Kaisar atau ada juga yang menerjemahkannya sebagai Astrologi Bintang Ungu), Sembilan Ki, Astrologi Tiga Kehidupan, dan lain sebagainya. Dari Nusantara kita juga mengenal ramalan berdasarkan Primbon, yang mencakup banyak hal, seperti ramalan berdasarkan neptu hari kelahiran, Pawukon, dan lain sebagainya. Prinsipnya adalah praktisi membuat suatu bagan atau memeriksa suatu tabel berdasarkan data kelahiran seseorang, dan kemudian menafsirkan bagan tersebut. Berdasarkan hal tersebut dapat diperoleh uraian mengenai kepribadian, aspek-aspek kehidupan, pasang surutnya keberuntungan, perjodohan, dan masih banyak lagi. Dalam khazanah Lima Ilmu China, ilmu ini dekat dengan apa yang disebut ilmu Ming (命) . 
.
2) Ilmu peramalan untuk kepentingan tertentu (divinasi), yang dalam bahasa Inggrisnya disebut “divination.” Bedanya dengan ilmu perhitungan nasib adalah ramalan ini membahas kasus yang lebih spesifik, seperti barang hilang, kasus kejahatan tertentu, kondisi penyakit, apakah kekasih masih mencintai, apakah buku yang ditulis akan sukses, dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan atau permasalahan khusus tersebut mungkin kurang dapat dideteksi oleh ilmu perhitungan nasib; walaupun ada kalanya juga bisa. Seorang praktisi yang baik bila diperlukan akan menggabungkan keduanya. Ilmu ini saya bagi menjadi dua lagi.
.
2a. Yang menggunakan perhitungan dan bagan mirip ilmu perhitungan nasib. Di dunia Barat kita mengenal Horary Astrology. Sebenarnya ini sama-sama ilmu Astrologi. Hanya saja bedanya, dalam ilmu perhitungan nasib menurut Astrologi, bagan kelahiran dibuat berdasarkan data kelahiran seseorang (saat seseorang dilahirkan); sedangkan bagan Horary Astrology dibuat saat pertanyaan diajukan. Misalkan ada seorang klien yang menanyakan mengenai kekasihnya dan datang pada tanggal 19 Maret 2017, pukul 12:39, maka saya akan membuat bagan astrologi berdasarkan tanggal tersebut dan menafsirkannya. Di dunia Timur kita mengenal Qimendunjia dan Daliuren.
.
2b. Yang tidak menggunakan perhitungan. Ini jumlahnya sangat banyak. Medianya juga sangat beragam. Di dunia Timur kita mengenal Yijing, Taixuanjing, dan ciamsie. Sebagai contoh, saat mempunyai suatu pertanyaan atau permasalahan, seseorang akan berkunjung ke sebuah kuil, mengajukan pertanyaan, dan melakukan ritual pengambilan ciamsie. Ramalan dengan kartu (kartomansi) juga termasuk ke dalamnya; kita mengenal ramalan kartu Tarot dan Lenormand dari dunia Barat; dari dunia Timur kita mengenal ramalan dengan kartu ceki atau lintrik. Metoda-metoda lainnya adalah ramalan daun teh (taseografi), ramalan bunga, bentuk awan, dan lain sebagainya. Pada zaman Romawi, orang meramal dengan mengamati bentuk organ dalam hewan yang disembelih. Di Afrika orang meramal dengan menggunakan batu-batuan. Masih ada lagi praktisi yang mengaku meramal dengan menggunakan “mata batin” atau “indra keenam.”
.
Ilmu divinasi ini mungkin dekat dengan ilmu Pu (卜) dalam khazanah Lima Ilmu China.
.
Sebagai tambahan, masih ada lagi ilmu peramalan berdasarkan bentuk tubuh (fisiognomi); di dalamnya tercakup ramalam bentuk wajah, garis tangan (palmistri), dan lain sebagainya. Dalam khazanah Lima Ilmu China, ini digolongkan tersendiri sebagai ilmu Xiang (相). Di dalamnya tercakup pula ilmu Fengshui. Namun tujuan Fengshui bukan meramal, melainkan terutama mencari letak yang sesuai dan mendatangkan energi baik bagi seseorang. Fengshui juga dapat dipergunakan merancang suatu kota.
.
Dalam ilmu pengetahuan atau sains modern juga dikenal “peramalan” hanya saja mereka menyebutnya sebagai “prediksi.” Beberapa praktisi ilmu perhitungan nasib juga tidak menyebut ilmu mereka sebagai “ramalan” melainkan “prediksi.” Tujuan prediksi dalam sains modern sebenarnya mirip, yakni “mengantisipasi apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.” Sebagaimana halnya dalam ilmu perhitungan nasib dan ilmu divinasi, prediksi dalam sains modern juga tidak selalu tepat. Hanya saja para ilmuwan menyatakan bahwa prediksi mereka dilandasi oleh prinsip-prinsip ilmiah.
.
Saya akhiri dahulu perkenalan terhadap berbagai bentuk ilmu peramalan. Diharapkan para pembaca akan sanggup mengenali berbagai jenis dan metoda ilmu peramalan tersebut. Kini kita akan kembali pada pertanyaan di atas: Bagaimana meramalkan sesuatu dengan tepat?
.
Tentunya ada banyak faktor yang memengaruhi tepatnya suatu ramalan. Kita tidak dapat bergantung pada satu faktor saja. Hal-hal berikut ini menurut saya memberikan sumbangsih bagi tepatnya suatu ramalan.
.
1) Pemahaman terhadap metoda. Sebagai contoh, jika Anda mempelajari astrologi, maka Anda perlu memahami simbolisme masing-masing planet dan tanda zodiak. Secara ringkas, Anda perlu mempunyai kemampuan membaca dan memahami suatu bagan astrologi. Bila Anda mempelajari Bazi, Anda perlu mempunyai kemampuan membaca serta memahami makna Batang Langit dan Cabang Bumi serta interaksi di antaranya. Anda perlu mempunyai kemampuan memahami Lima Unsur beserta interaksinya. Intinya, jika Anda tidak memahami bagaimana membaca suatu bagan, bagaimana Anda dapat melakukan peramalan atau prediksi. Bagaimana Anda dapat memahami sejilid buku, jikalau Anda tidak dapat membaca dan mencerna isinya? 
.
2)Kemampuan menganalisa dan intuisi yang baik. Suatu bagan berisikan simbol dan begitu pula dengan kartu-kartu yang dipergunakan dalam meramal. Simbol-simbol itu merupakan data yang masih “mentah.” Anda mungkin sudah dapat memahami dengan baik makna masing-masing simbol terkait, karena memang hal itu dapat dipelajari oleh setiap orang. Tetapi itu saja belum cukup. Makna-makna tersebut masih perlu diolah dan ditafsirkan; menjadi suatu uraian yang bermanfaat bagi Anda maupun klien. Anda memerlukan kemampuan analisa yang baik. Analoginya adalah seorang perumus kebijakan strategis perusahaan, yang disodori angka-angka hasil statistik. Ia harus sanggup merumuskan angka-angka tersebut menjadi suatu kebijakan yang bermanfaat bagi perusahaan. Dalam hal ini intuisi yang baik diperlukan.
.
3)Apakah bagan Astrologi kelahiran Anda mendukung bagi ilmu-ilmu semacam itu? Setiap orang memang bisa mempelajari ilmu-ilmu di atas; apalagi di era globalisasi seperti sekarang. Namun apakah setiap orang dapat menjadi praktisi yang baik? Menurut saya tidak. Setiap orang sudah mempunyai bakatnya sendiri-sendiri; ada yang berbakat menjadi insinyur, seniman, artis, ahli ekonomi, dan juga praktisi ilmu peramalan. Jika Anda ingin tahu apakah Anda berbakat menjadi praktisi ilmu peramalan silakan periksa bagan Astrologi, Bazi, atau Ziweidoushu Anda. Apakah terdapat kecenderungan ke arah tersebut? Bila tidak ada, maka sebaiknya Anda tidak menekuni bidang tersebut.
.
4)Satu hal penting, yang memberikan sumbangsih bagi ketepatan ramalan adalah keberuntungan praktisi itu sendiri. Apabila sedang berada dalam saat keberuntungannya, maka ramalan yang diberikan juga sebagian besar tepat. Sebaliknya jika peruntungannya dengan jelek, maka hasil analisa dan intuisi praktisi juga akan meleset; sehingga ramalannya juga tidak tepat.
.
5)Patut disadari bahwa ramalan juga ada kalanya meleset. Jadi terlepas dari empat faktor di atas, ramalan mustahil selalu tepat. Itu adalah sesuatu yang wajar. Jika ramalan atau prediksi Anda meleset jangan berkecil hati. Sekali lagi, itu adalah sesuatu yang sangat wajar. Tidak ada yang aneh. Dalam sains modern kita juga mengenal adanya deviasi atau penyimpangan. Dalam fisika modern kita mengenal Prinsip Ketidak-pastian Heisenberg. Seperti yang diungkapkan oleh filsafat Daoisme: “Dalam sesuatu yang tetap ada sesuatu yang berubah; dalam sesuatu yang berubah ada sesuatu yang tetap.” Jadi, alam semesta ini adalah sesuatu yang kompleks dan senantiasa dipenuhi perubahan. Ilmu peramalan juga mempunyai keterbatasan. Sebagaimana halnya ilmu mekanika fluida yang tidak dapat menghitung dengan tepat, saat turbulensi menjadi terlalu ekstrim, begitu pula ilmu peramalan. Dengan demikian, jangan berharap suatu ramalan akan selalu tepat. Itu adalah sesuatu yang mustahil.
.
Demikian kita sudah membahas hal-hal yang memberikan sumbangsih bagi tepatnya suatu ilmu ramalan.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .
.



PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.